Rabu, 06 November 2013
Gejala-gejala masuk angin
0
Penyebab penyakit masuk angin
1. Kurang tidur.
Banyak
pekerjaan, pulang malam, bisa membuat waktu beristirahat jadi lebih sedikit.
Tak heran bila stamina kita jadi turun. Ini terbukti dari studi yang diadakan
Carnegie Mellon University. Menurut pernyataan para peneliti yang dimuat di
jurnal Archives of Internal Medicine, kekurangan tidur bisa mengganggu sistem
kekebalan tubuh dan kemampuannya melawan virus penyebab penyakit.
2. Lama berada di ruangan
ber-AC.
Kini,
hampir semua gedung perkantoran dan rumah dilengkapi penyejuk udara. Agar
dinginnya terasa, ruangan dikondisikan selalu tertutup. Akan tetapi, ini
ternyata malah bisa membuat kualitas udara di ruangan memburuk sehingga
memengaruhi kesehatan kita. Penelitian yang dilakukan Dr Dan Teculescu di
Inggris, Italia, dan Skandinavia menemukan, terlalu lama berada di ruangan
ber-AC bisa menimbulkan berbagai keluhan kesehatan. Dari yang berat, seperti
infeksi pernapasan, hingga yang ringan, seperti sakit kepala. Kebanyakan
responden juga mengeluh sering bersin-bersin karena sensitif terhadap sirkulasi
udara yang kurang baik.
3. Sering terlambat makan.
Padatnya
kesibukan bisa menyebabkan kita lupa makan. Padahal, kebiasaan melewatkan waktu
bersantap bisa membuat perut kita jadi mudah kembung dan menyimpan banyak gas.
Sebagai solusi, Ara DerMarderosian, PhD, pakar di bidang pangan alami di
University of the Sciences, Philadelphia, menganjurkan kita untuk membiasakan
diri makan teratur agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan yang lebih
berat.
Penyebab Sariawan
Gejalanya
berupa rasa panas atau terbakar yang terjadi satu atau dua hari yang kemudian
bisa menimbulkan luka (ulser) di rongga mulut. Bercak luka yang ditimbulkan
akibat dari sariawan ini agak kaku dan sangat peka terhadap gerakan lidah atau
mulut sehingga rasa sakit atau rasa panas yang dirasakan ini dapat membuat kita
susah makan, susah minum, ataupun susah berbicara. Penderita penyakit ini
biasanya juga banyak mengeluarkan air liur. Biasanya sariawan ini akan sembuh
dengan sendirinya adalam waktu empat sampai 20 hari. Bila penyakit ini belum
sembuh sampai waktu 20 hari maka penderita harus diperiksa lebih lanjut untuk
menentukan apakah ada sel kankernya atau tidak.
Gejala-gejalanya
. Keadaan gigi pasien, karena
higiene gigi yang buruk sering dapat menjadi penyebab timbulnya sariawan yang
berulang.
2. Luka tergigit, bisa terjadi
karena bekas dari tergigit itu bisa menimbulkan ulser sehingga dapat
mengakibatkan stomatitis aphtosa.
3. Mengkonsumsi air dingin atau
air panas.
4. Alergi, bisa terjadi karena
kenaikan kadar IgE dan keterkaitan antara beberapa jenis makanan dan timbulnya
ulser.
5. Faktor herediter bisa
terjadi, misalnya kesamaan yang tinggi pada anak kembar, dan pada anak-anak
yang kedua orangtuanya menderita stomatitis aphtosa.
6. Kelainan pencernaan.
7. Faktor psikologis (stress).
8. Gangguan hormonal (seperti
sebelum atau sesudah menstruasi
9. Pada penderita yang sering
merokok.
10. Pada penggunaan obat kumur
yang mengandung bahan-bahan pengering (misal,alkohol, lemon/ gliserin) harus
dihindari.
11. Kekurangan vitamin C
12. Kekurangan vitamin B dan zat
besi.
Stomatitis ini sering menyerang
siapa saja. Tidak mengenal umur maupun jenis kelamin. Biasanya daerah yang
paling sering timbul sariawan ini adalah di mukosa pipi bagian dalam, bibir
bagian dalam, lidah serta di langit – langit
Penyebab suara hilang
1.
Laringitis akut
Umumnya disebabkan oleh virus seperti flu dan jarang akibat infeksi bakteri, karena itu biasanya tidak akan merespons jika diberi antibiotik. Ketika pita suara terinfeksi oleh virus, maka ia akan membengkak dan menyebabkan hilangnya suara atau menjadi serak.
Umumnya disebabkan oleh virus seperti flu dan jarang akibat infeksi bakteri, karena itu biasanya tidak akan merespons jika diberi antibiotik. Ketika pita suara terinfeksi oleh virus, maka ia akan membengkak dan menyebabkan hilangnya suara atau menjadi serak.
2.
Laringitis kronis
Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Beberapa hal bisa mendasari kondisi ini yang biasanya akibat paparan dari iritan (zat yang bisa mengiritasi) seperti tekanan yang terus menerus pada pita suara, sinusitis kronis, infeksi ragi (akibat sistem kekebalan tubuh yang lemah) serta terpapar asap atau gas yang mengandung zat kimia.
Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Beberapa hal bisa mendasari kondisi ini yang biasanya akibat paparan dari iritan (zat yang bisa mengiritasi) seperti tekanan yang terus menerus pada pita suara, sinusitis kronis, infeksi ragi (akibat sistem kekebalan tubuh yang lemah) serta terpapar asap atau gas yang mengandung zat kimia.
Akibat asam yang berbalik ke
kerongkongan (acid reflux)
Ketika tidur berbaring di malam hari, asam dari perut bisa berbalik ke kerongkongan sehingga mempengaruhi atau mengiritasi pita suara.
-Menggunakan suara secara berlebihan
Menyalahgunakan suara secara berlebihan bisa menimbulkan gangguan pada pita suara seperti menyebabkan kista atau perdarahan. Biasanya terjadi jika sering berbicara dengan keras, teriak atau terlalu banyak berbicara.
Ketika tidur berbaring di malam hari, asam dari perut bisa berbalik ke kerongkongan sehingga mempengaruhi atau mengiritasi pita suara.
-Menggunakan suara secara berlebihan
Menyalahgunakan suara secara berlebihan bisa menimbulkan gangguan pada pita suara seperti menyebabkan kista atau perdarahan. Biasanya terjadi jika sering berbicara dengan keras, teriak atau terlalu banyak berbicara.
Gejala-gejala masalah suara
- Suara yang rendah, serak, atau kasar.
- Suara serak yang sudah berlangsung lebih dari 2 atau 3 minggu.
- Kesulitan menelan atau bernapas, terutama jika Anda juga memiliki sakit telinga.
- Batuk atau tersedak ketika Anda menelan.
- Sering membersihkan tenggorokan atau ada sensasi memiliki benjolan di tenggorokan Anda.
Langganan:
Postingan (Atom)

